Kitosan, Pengawet Alami Yang Murah Meriah Dan Aman Dikonsumsi Oleh Tubuh

Kamis, 28 Desember 2017

Kitosan, Pengawet Alami Yang Murah Meriah Dan Aman Dikonsumsi Oleh Tubuh


Senyawa Kitosan, Source:Bukalapak

Techinfomedia—Siapa yang tidak tahu soal bahan pengawet seperti formalin atau, bahan kimia sejenisnya. Penggunaan yang tidak sesuai dengan tepatnya, bisa dipastikan bahan pengawet seperti formalin bisa menjadi racun yang tinggal menunggu waktu saja untuk menikmati hasil yang tidak diinginkan.

Contoh tersebut adalah bukti bahwa tidak semua bahan baku obat bisa sesuai atau cocok dengan tubuh manusia, memang bisa terlihat efek secara pasti dalam waktu yang singkat. Pun diiringi dengan konsekuensi yang negatif yang harus kita terima.

Namun, indonesia yang memiliki keragaman hayati yang melimpah serta potensi sumber tanaman obat yang tak ada habisnya. Hanya sedikit yang diketahui bahwa sebenarnya ada bahan pengawet alami yang aman digunakan untuk bahan makanan.

Sehingga tepatlah jika katakan “awet pakai formalin?no way”. Kini hadir senyawa Kitosan yang berasal dari limbah invertebrata laut sebagai bahan pengawet alami pada pengolahan ikan asin, lantaran pemakaian formalin sebagai bahan pengawet adalah kontrovesi yang amat serius. Namun senyawa Kitosan menawarkan subtitusi alami yang aman jika masuk kedalam tubuh manusia, ini disebabkan bahan Kitosan dibuat dari bahan sisa makanan , yang tidak lain dari hewan invertebrata laut, seperti udang atau kepiting.

Untuk diketahui, limbah invertebrata laut tersebut, diolah menjadi Kitosan dengan proses demineralisasi, deproteinasi, serta deasetilisasi. Yang dihaluskan dan keringkan pada limbah yang digunakan, dan dapat dibuktikan dengan pengolahan ikan asin dengan hasil yang cukup memuaskan.

Tidak cukup hanya pada pengawet makanan, Kitosan juga dapat digunakan sebagai pelapis bahan makanan dengan melarutkan Kitosan bubuk dengan asam cuka dan air. Dengan cara alami ini, maka di dapat prespektif, bahwa kini sudah ada bahan pengawet alami yang justru jauh lebih aman.

Yakni dengan menggunakan sisa bahan makanan, yang diolah dengan tepat guna. Yang kemudian ini bisa menjadi kesempatan emas untuk dikembangkan secara ekonomi kepada masyarakat luas. Serta dapat menggeser ketergantungan akan formalin, guna mempertahankan mutu dan kualitas produk makanan yang ingin diawetkan.WES 

Advertisement

0 komentar :

Posting Komentar

Popular Posts