Kisah Anak Kartini, Dari Mata-Mata Berujung Jadi Tentara PETA

Senin, 23 April 2018

Kisah Anak Kartini, Dari Mata-Mata Berujung Jadi Tentara PETA


Gambar Bersumber Dari Pihak Ketiga @asevw

Sehari telah lewat, perayaan hari wanita panutan bangsa pun tak begitu saja luput dari peran sejarah yang ia lakukan. Menjadi seorang pejuang sekaligus Ibu tentu bukan hal yang mudah, disebutlah ia Kartini tepat pada tanggal 13 September 1904 melahirkan seorang anak yang dinamai Soesalit, dari seorang ayah bernama Raden Mas Adipati Djojoningrat, yang tak lain merupakan seorang Bupati nRembang.

Memiliki Ibu dengan garis keturunan Hindia adalah salah satu keistimewaannya, yang kemudian berujung pada takjubnya penjajah Belanda atas tulisannya lebih maju “satu langkah” pada peradaban zamannya. Sayangnya, Soesalit baru berumur empat hari setelah kelahirannya, ibunya, Raden Ayu Katini harus tutup usia disaat itu juga.

Dalam hal ini, demi mengenang ibunya Radeng Ayu Kartini, maka penting untuk melihat sepenggal sejarah yang ditorehkan Soesalit untuk bangsa negara di era klasik saat itu. Sempat diringgal wafat oleh ibunya, Soesalit pun sempat diasuh oleh neneknya, yakni Ngasirah atau akrab dipanggil Mangunwikromo.

Sebelum diasuh kembali oleh ayahnya lagi, Soesalit masih berumur delapan tahun, ia kembali kehilangan sang ayah. Kemudian ia kembali diasuh oleh kakak tiri tertunnya, Abdulkarnaen Djojoningrat, yang sesuai dengan catatan sejarah kelak akan pengganti Bupati Rembang selanjutnya.

Seperti yang dituliskan dalam laporan Tirto pada 21 April 2017, walau tak satu rahim dengan Soesalit, Abdulkarnaen terlihat begitu peduli atas kehidupan Soesalit di masa itu.hal ini terlihat dari kepekaan Abdulkarnaen dalam melihat kondisi Soesalit yang susah. Tak hany cuma menawarkan pekerjaan terhadap Sosealit, Abdulkarnaen pun menyekolahkan Soesalit di Europe Lager School (ELS), persis sama seperti ibunya sebelum dipingit. Dan perlu diketahui, ELS adalah sekolah yang cukup ternama dan bergengsi dikalangan anak Eropa dan para pembesar Pribumi.





Advertisement

0 komentar :

Posting Komentar

Popular Posts